Daftar Blog Saya

Páginas

Sabtu, 01 September 2012

Panduan EDS Online tahun 2012

Form penilaian PKM dan PKP UT-PGSD

Cara posting file pdf, exel,power point dan word di blog

Untuk cara membuat file PDF di postingan blog anda menggunakan scribd.com
****Langkah2 nya..
Tidak Perlu Registrasi untuk bisa login ke scribd.com  cukup dengan login ke facebook agar kita bisa login ke  scribd.com
1 Kunjungi scribd.com
2. Klik Upload


3 Setelah di Upload klik Save

4. Setelah di Save buka File PDF yang sudah di Save tadi dan klik EMBED

5. Copy Embed yang muncul






6. Setelah EMBED tercopy sekarang kita menuju Blog-Entri Baru dan Pilih Edit HTML

7. EMBED yang telah tercopy Paste kan di EDIT HTML
8. Setelah Itu Simpan..
9. Sekarang Posting File PDF kita Telah Jadi
Selamat Mencoba...

Laporan PKM-UT PAUD lengkap dengan lampiran

LAPORAN HASIL PRAKTEK MENGAJAR
DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) MIFTAHUL JANNAH KUNTILI
KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS







Disusun Oleh :
Nama :
NIM :
Jurusan : Semester :


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ – PURWOKERTO
2012



PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK MENGAJAR
Laporan ini disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar) dengan data sebagai berikut :
Nama : Mei Sari’ah
NIM : 819109253
Tempat Pelaksanaan Mengajar : RA Miftahul Jannah Kuntili
Kelompok : A dan B
Alamat : Jln. Pramuka Desa Kuntili RT 01 RW 04 Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas
Waktu Pelaksanaan : 2 April s.d 10 April 2012
Telah diterima dan disahkan sebagai syarat untuk mengikuti ujian PKM S1-PG.PAUD FKIP Universitas Terbuka UPBJJ-Purwokerto Pokjar Banyumas.
Purwokerto, April 2012

Mengesahkan,
Supervisor

Siti Aminah, S.Pd
NIP. 195701211984032005


Mahasiswa

Mei Sari’ah
NIM. 819109253



KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penyusun dapat menyelesaikan Penyusunan Laporan Hasil Praktek Mengajar di RA Miftahul Jannah Kuntili Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas.

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar) yang merupakan salah satu Mata Kuliah S-1 PG.PAUD Semester V (Lima). Dalam pemantapan, Mahasiswa merancang RKH dan melaksanakan Praktek Pembelajaran.

Dalam penyusunan laporan ini banyak sekali bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat : Rektor Universitas Terbuka. Bapak Drs. Samsul Islam, M.Pd., selaku kepala UPBJJ-UT Purwokerto. Ibu Siti Aminah, S.Pd., selaku supervisor dan dosen pembimbing mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah meluangkan waktu untuk mendidik dan membimbing dalam penulisan laporan ini.Ibu Mei Sari’ah, selaku kepala RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah memberi ijin dan membimbing dalam pelaksanaan praktek mengajar di sekolahnya. Guru-guru RA Miftahul Jannah Kuntili selaku rekan kerja di RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah membantu kelancaran pelaksanaan PKM dan penulisan laporan ini. Semua anak didik di RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah membantu kelancaran pelaksanaan PKM dan penulisan laporan PKM ini. Teman-teman yang selalu setia membantu dalam pencarian data, sehingga laporan ini dapat tersusun. Teman-teman yang selalu setia membantu terlaksananya tugas Mata Kuliah PKM ini. Ayah dan Ibu yang telah memberi dorongan dan bantuan baik material maupun spiritual sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca yang budiman senantiasa kami harapkan. Semoga laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) ini bermanfaat bagi peningkatan pendidikan dan peningkatan kemampuan mengajar penulis sebagai guru.

Banyumas, April 2012


Mei Sari’ah


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................... ii
KATA PENGANTAR................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1 
Latar Belakang............................................................................................. 1
Tujuan Mengikuti PKM................................................................................ 3
Manfaat Mengikuti Mata Kuliah PKM..................................................... 4
BAB II TEMUAN – TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN....................... 6
Pertemuan ke-1.............................................................................................. 6
Pertemuan ke-2.............................................................................................. 7
Pertemuan ke-3.............................................................................................. 8
Pertemuan ke-4.............................................................................................. 9
Pertemuan ke-5.............................................................................................. 10 
Pertemuan ke-6.............................................................................................. 10
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................... 12
BAB IV PENUTUP....................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 16
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembuatan Laporan
Di negara Indonesia sudah lama mengeluhkan mutu pendidikan, tidak terhitung kritikan dan keluhan yang dialamatkan kepada dunia pendidikan. Mulai dari yang mengerti masalah pendidikan sampai pada kalangan masyarakat yang sekedar ikut-ikutan. Semua pendidik saling menyalahkan, pendidikan tinggi menyalahkan pendidikan menengah, pendidikan menengah menyalahkan pendidikan dasar, begitu selanjutnya bagaikan sebuah lingkaran setan tidak berujung, kusut tanpa diketahui bagaimana masalah pendidikan ini dapat diselesaikan. Dari sikap saling menyalahkan tersebut, tidak satupun yang menyalahkan pendidikan anak usia dini (PAUD). Ini suatu bukti bahwa pemahaman masyarakat tentang PAUD masih rendah dan menganggap PAUD hanya sebagai pelengkap, dianggap remeh, dan boleh jadi tidak begitu diperlukan. Padahal kegagalan pendidikan sering kali selama ini karena persoalan-persoalan yang dianggap remeh dan mudah.
Sementara itu pemecahan masalah pendidikan selama ini menganut pola pikir paradoks yaitu suatu keterpaksaan antara kualitas dan kuantitas. Pemerintah harus memilih antara kuantitas dengan mengabaikan kualitas atau mengutamakan kuantitas tetapi mengorbankan kualitas. Pendidikan dasar sembilan tahun merupakan contoh nyata dari kekeliruan pendidikan yang mengakibatkan jalan buntu bagi permasalahan pendidikan yang berubah menjadi seperti lingkaran setan.
Dengan lanjutnya perkembangan jaman dan teknologi yang semakin maju dan semakin meningkat membuat jiwa penerus bangsa memiliki keterbelakangan moral mental dan spiritual dikarenakan kekurangan pondasi dasar dari generasi penerus bangsa. Kebijakan pemerintah tentang pendidikan sembilan tahun merupakan contoh dari kekeliruan. Ibarat bangunan pendidikan adalah slof, maka dari itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK /RA merupakan fundamen dimana slof akan ditempatkan. Fondasi adalah bahan yang akan menghujam ke bumi dan menyatu dengan tanah kemudian menjadi sesuatu kekuatan strategis untuk mendukung fondasi yang disebut sekolah dasar tadi.
Berapapun tingginya bangunan, kekokohan akan sangat ditentukan oleh kekuatan fondasi yang menahan. Artinya, optimalisasi kemampuan seseorang sangat ditentukan oleh seberapa kuat pula dasar pertumbuhan dan perkembangan yang dibangun pada saat anak usia dini.
Untuk dapat memenuhi kualitas dan kuantitas Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-kanak diperlukan seorang pendidik yang mampu memahami sifat dan karakteristik anak. Dalam kuliah S1 PG.PAUD, seorang guru diberi materi-materi dimana materi tersebut adalah mengenai dunia anak-anak usia dini. Salah satu mata kuliah itu adalah mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM), dimana salah satu tugas PKM adalah guru harus bisa berwawasan luas dan banyak pengalaman dalam dunia anak usia dini dan kemampuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, menyenangkan, menarik, dan bermakna bagi anak dipengaruhi berbagai unsur, antara lain guru harus memahami secara utuh hakekat sifat dan karakteristik anak, perencanaan dan penyusunan RKH yang tepat, metode pembelajaran yang berpusat pada kegiatan anak, sarana belajar yang memadai, tersedianya berbagai sumber belajar yang menarik sehingga mendorong anak untuk belajar.
Mata kuliah PKM tidak hanya ditempuh melalui teori tetapi juga dilakukan dengan praktek lapangan yang dilaksanakan di TK/RA yang berbeda. Dalam melaksanakan praktek lapangan akan dijumpai banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, dengan demikian maka mahasiswa membuat suatu laporan dimana berisi tentang hasil praktek lapangan di TK/RA yang berbeda.

B. Tujuan Mengikuti Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
Peran guru sangat penting dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul dalam masa mendatang, maka dari itu diperlukan suatu pembelajaran yang khusus mata kuliah yang dapat menunjang guru TK/RA dalam meningkatkan kualitas mengajarnya, salah satu mata kuliah itu adalah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Adapun tujuan dalam mengikuti PKM adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien.
2. Supaya dapat menjadi guru yang profesional.
3. Berwawasan luas dalam pendidikan anak usia dini.
4. Supaya lebih mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik.
5. Supaya dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dengan mengacu pada rencana pembelajaran terpadu.
6. Supaya dapat mengidentifikasi kelebihan dan kelemahannya di dalam mengajar melalui refleksi.
7. Supaya dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam mengajar.
8. Supaya lebih mampu dalam menguasai dan mengelola kelas.
9. Supaya dapat mempertanggungjawabkan dan tindak pembelajaran yang dilakukan berdasarkan prinsip keilmuan pendidikan anak usia dini.

C. Manfaat Mengikuti Mata Kuliah PKM
Seorang guru TK akan mendapatkan manfaat setelah mengikuti mata kuliah PKM ini, antara lain :
1. Memiliki pengalaman belajar dalam menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh melalui tindak mengajar yang di praktekkan.
2. Mempunyai kemampuan untuk menilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam merancang dan melakukan pembelajaran, serta melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kekurangan dalam mengajar.
3. Terbiasa mengambil keputusan dan melakukan perbaikan pembelajaran berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
4. Akan mempunyai kemampuan dalam mengajar pendidikan anak kelompok A dengan usia 4-5 tahun dan kelompok B dengan usia 5-6 tahun.
5. Akan dapat lebih memahami dalam merancang dan menyusun RKH untuk anak kelompok A dan kelompok B.
6. Akan dapar memiliki pengalaman belajar yang lebih banyak dan lebih luas dalam mengelola kelas kelompok A dan kelmpok B.
7. Akan lebih mampu mengadakan fariasi-fariasi dalam metode pembelajaran dengan penggunaan media dan sumber belajar yang ada di kelas.
8. Akan dapat mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan dalam mengajar.
9. Akan menambah saudara atau teman dalam mengikuti matakuliah PKM.

BAB II
TEMUAN-TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN.
A. Pertemuan ke-1 Senin, 2 April 2012 pada Kelompok A
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Lambatnya saya dalam berkomunikasi terhadap anak yang murung sehingga dalam melaksanakan tugas lamban.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Saya kurang peka terhadap anak yang murung tersebut sehingga komunikasi agak lamban.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat menciptakan kondisi anak-anak dengan tertib dan terkendali.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya sudah mempelajari Rencana Kegiatan Harian yang saya buat sehari sebelum pembelajaran berlangsung dan saya dapat membujuk anak yang murung untuk melakukan tugasnya walaupun agak lambat.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan Melompat dengan ketinggian 25 cm, anak-anak berebut untuk melompat lebih dahulu.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-1, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan belajar lebih peka terhadap anak dan saya akan memberikan motivasi terhadap anak.

B. Pertemuan ke-2 Selasa, 3 April 2012 pada kelompok A.
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Dalam menyampaikan materi suara saya kurang lantang, sehingga ada anak yang masih ngobrol sendiri.2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Gaya bicara saya dalam menyampaikan materi terlalu cepat.3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Ada beberapa anak yang cukup cepat dalam menyelesaikan tugas melipat, walaupun masih ada anak yang suka ngobrol sendiri namun mereka mau menyelesaikan tugas yang saya sampaikan.4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya selalu memberikan motivasi dengan disanjung dan acungan jempol.5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan menggambar rumah gubug dengan pensil, Lelita minta pertolongan menggambar lagi karena ingin melengkapi gambar rumah dengan gambar pohon-pohon.6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-2, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan belajar metode-metode yang lebih bervariasi lagi dan akan menambah wawasan untuk dapat menarik perhatian dalam menyampaikan materi.

C. Pertemuan ke-3 Rabu, 4 April 2012 pada kelompok A.1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Kurangnya intonasi saya dalam menyampaikan gambar perbedaan benar dan salah sehingga ada anak yang tidak mendengarkan cerita yang saya sampaikan.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Saya kurang menguasai isi gambar/cerita.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Anak dapat melakukan tugas dengan baik dan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Dalam kegiatan saya selalu berpedoman pada RKH yang saya buat.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Anak-anak mengerjakan tugas senam bebek dengan antusias.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-3 rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan terus meningkatkan kemampuan dalam belajar intonasi suara sehingga dapat menarik perhatian anak.

D. Pertemuan ke-4 Kamis, 5 April 2012 pada kelompok B
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Ada beberapa anak yang tidak sesuai dalam memasangkan tulisan dengan gambar.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Anak-anak banyak yang belum memahami kalimat.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat menjelaskan materi pembelajaran dengan jelas dan mudah dipahami sehingga anak-anak dapat melakukan tugas dengan benar dan penuh semangat.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Sehari sebelum pembelajaran berlangsung saya sudah dapat menguasai materi tersebut.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat anak menarik garis lengkung, datar, miring, menjadi bentuk rumah minang, anak juga menggambar orang, pohon, laut, dan kapal karena mendengarkan cerita malin kundang dan melihat gambarnya.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-3 rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempersiapkan lagi media pembelajaran sehingga akan dapat memudahkan anak untuk melakukan tugasnya.

E. Pertemuan ke-5 Sabtu, 7 April 2012 pada kelompok B1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Penggunaan alat/sumber belajar yang kurang bervariasi.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Kurangnya kreatifitas penulis dalam menyiapkan alat/sumber belajar sehingga anak-anak kurang tertarik.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat mengatur alokasi waktupembelajaran dengan tepat dari kegiatan awal sampai kegiatan inti dan dapat mencapai indikator yang telah ditentukan walaupun ada anak yang lamban dalam melaksanakan tugasnya.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya sudah mempelajari Rencana Kegiatan Harian yang saya buat sehari sebelum pembelajaran berlangsung.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat menyanyikan lagu semua siswa siswi dengan gembiranya sambil bergaya dan berlenggak-lenggok.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-5, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempersiapkan alat/sumber belajar yang lebih bervariasi lagi.

F. Pertemuan ke-6 Selasa, 10 April 2012 pada kelompok B1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Kurangnya saya dalam mengelola kelas sehingga ada anak yang menimbulkan masalah dan proses pembelajaran sedikit terganggu dan ada salah satu anak yang tidak mau melakukan kegiatan mencocok.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Kurangnya saya dalam memahami dan memberi respon positif pada anak yang menyebabkan masalah.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Anak-anak cukup baik dalam melaksanakan tugasnya, walaupun sempat terjadi keributan sedikit.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya dapat memusatkan kembali perhatian anak-anak, sehingga mereka berhenti dari keributan dengan memberikan acungan jempol dan memberi cap bintang di tangan bagi anak-anak yang mau melakukan tugasnya.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung anak yang bernama Rooiqoh tidak mau melempar bola masuk keranjang basket namun dia mempunyai inisiatif untuk menggantikan tugas melempar dengan mewarnai walaupun tidak begitu rapi.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-6, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempelajari lagi karakteristik anak-anak.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pelaksnaan praktek pengajaran yang telah saya lakukan, dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Secara umum kelemahan pembelajaran yang saya lakukan adalah :
a. Media pembelajaran yang saya gunakan terlalu kecil.
b. Kurangnya saya dalam memahami karakter anak.
c. Dalam menjelaskan materi saya terlalu cepat.
d. Dalam penggunaan alat/sumber belajar kurang bervariasi.
e. Pengelolaan kelas yang masih banyak mengalami kekurangan
2. Secara umum penyebab kelemahan tersebut adalah :
a. Gaya bicara saya dalam sehari-hari masih terbawa dalam pembelajaran.
b. Saya kurang persiapan dalam pembelajaran baik di alat, sumber maupun media pembelajaran.
c. Dalam hal kreativitas saya masih banyak kekurangan.
d. Saya belum sepenuhnya memahami dan mengenali karakter anak satu per satu.
3. Secara umum kelebihan pembelajaran yang saya lakukan adalah :
a. Saya dapat memusatkan kembali perhatian anak-anak sehingga dapat tercipta suasana yang tertib dan terkendali.
b. Penataan kegiatan alokasi waktu proses dan hasil belajar tepat dan efektif.
c. Komunikatif dan pendekatan terhadap anak sehingga mereka dapat menyelesaikan tugasnya.
4. Secara umum penyebab kelebihan tersebut adalah :
a. Sebelum pembelajaran berlangsung saya sudah menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang merupakan penjabaran dari Rencana Kegiatan Mingguan dan sudah mempelajarinya.
b. Saya selalu memberikan penghargaan dan motivasi terhadap anak.
5. Rangkuman perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan adalah :
a. Saya akan selalu menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan tentang pembelajaran dan pendidikan anak usia dini.
b. Saya akan lebih mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan.
c. Saya akan lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anak.
d. Saya akan belajar psikologi anak.

B. Saran dan Tindak Lanjut
Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, hal-hal yang sebaiknya dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah :1. Pendidik hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi anak.
2. Sebelum pembelajaran berlangsung, pendidik hendaknya menguasai materi terlebih dahulu.
3. Sebelum pembelajaran berlangsung, pendidik hendaknya mempersiapkan alat/sumber belajar yang akan digunakan.
4. Dalam menyampaikan materi, hendaknya dibantu dengan benda konkrit.
5. Dalam kegiatan pembelajaran, pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif.
6. Pendidik harus bisa mengembangkan indikator-indikator dalam membuat kegiatan pembelajaran.

BAB IV
PENUTUP

Puji syukur yang tiada henti penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis telah dapat menyelesaikan laporan hasil kegiatan praktek mengajar di RA Miftahul Jannah Kuntili Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan PKM masih banyak kekurangan dan kekeliruan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan sumbang saran yang membangun. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Literatur : Tim PKM PGTK.
Panduan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) Program DII PGTK Universitas Terbuka-Jakarta. 2010.Ali Nugraha, dkk.
Kurikulum dan Bahan Belajar TK, Universitas Terbuka Jakarta. 2009.Masitoh, dkk.
Strategi Pembelajaran TK, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Otib Satibi Hidayat.
Metode Pengembangan Moral dan Nilai-nilai Agama, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Ali Nugraha dan Yeni Rachmawati.
Metode Pengembangan Sosial Emosional, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Nurbiana Dhieni, dkk.
Metode Pengembangan Bahasa, Universitas Terbuka Jakarta 2008.Yuliana Nuraini Sujiono, dkk.
Metode Pengembangan Kognitif, Universitas Terbuka Jakarta 2008.Bambang Sujiono, dkk.
Metode Pengembangan Fisik, Universitas Terbuka Jakarta 2009.Widia Pekerti, dkk.
Metode Pengembangan Seni, Universitas Terbuka Jakarta 2009.Iksan Waseso, dkk.
Evaluasi Pembelajaran TK, Universitas Terbuka Jakarta 2009.……….,
Program Semester II TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012……….,
Satuan Kegiatan Mingguan TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012……….,
Matrik TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012...............,

laporan PKM UT-PGSD lengkap

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam, kepada-Nya kita berbakti, dan kepada-Nya pula kita memohon ampun atas khilap dan alpa kita. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, kepada para sahabat, kepada para tabi’in dan atas semua perjuangan mereka.
Atas karunia dan nikmat yang melimpah ruah dari Allah SWT, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini untuk diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) pada Program S 1 PGSD Universitas Terbuka UPBJJ Semarang Pokjar Brebes.
Dengan penyusunan laporan ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Bapak Munadi, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah PKM.
2. Bapak Drs. Humaidi selaku Pengelola Pokjar Brebes.
3. ……………………………….. selaku Kepala SD Negeri …………………
4. Bapak Wagino, S.Pd selaku Kepala SD Negeri 1 Sukabanjar.
Laporan PKM ini telah diupayakan disusun dengan seoptimal mungkin, meskipun tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan. Maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan pada waktu yang akan datang.
Akhir kata penyusun berdoa semoga Laporan PKM ini dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi para pembaca pada umumnya dan penyusun sendiri pada khususnya.
Brebes, …………………….
Penyusun,
…………………………
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ……………………………………………………………………..
Kata Pengantar……………………………………………………………………..
Daftar Isi ………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………….
A. Latar Belakang Pembuatan Laporan…………………………………………
B. Tujuan Mengikuti PKM…………………………………………………………
C. Manfaat Mengikuti Mata Kuliah PKM…………………………………….
BAB II TINJAUAN / LANDASAN TEORI…………………………………….
A. Tinjauan Teori
1) Pengertian Belajar…………………………………………………………………
2) Tujuan Belajar …………………………………………………………………….
3) Prinsip-prinsip Belajar…………………………………………………………..
B. Landasan Teori PKM
1) UU N0.20 Tahun2003…………………………………………………………
2) UU No.14 tentang Guru dan Dosen …………………………………….
3) PP No.19 Tahun 2005…………………………………………………………
C. Pelaksanaan Ujian PKM
a) Ujian PKM Eksak ………………………………………………………………
b) Ujian PKM Non Eksak ……………………………………………………….
BAB III PELAKSANAAN PKM…………………………………………………………
A. Waktu ………………………………………………………………………………….
B. Tempat ………………………………………………………………………………..
C. Tahapan Kegiatan …………………………………………………………………
D. Materi Kegiatan……………………………………………………………………
E. Proses Bimbingan………………………………………………………………….
F. Faktor Pendudkung dan Penghambat PKM …………………………….
BAB IV REFLEKSI………………………………………………………………………..
A. Penyelenggara PKM ……………………………………………………………..
B. SD Tempat Pelaksanaan PKM………………………………………………..
C. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran…………………………………..
D. Sarana dan Prasarana …………………………………………………………….
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN …………………………………………………………………..
B. SARAN ………………………………………………………………………………
DAFTAR REFERENSI
LAMPIRAN
1. LAPORAN REFLEKSI ………………………………………………
2. KELENGKAPAN BERKAS …………………………………………
a. Program Pembelajaran ……………………………………………….
b. Surat Kesediaan menjadi Teman Sejawat …………………….
c. Surat Rekomendasi Kepala Sekolah ……………………………
d. Rekomendasi Ujian Praktik PKM ………………………………
3. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ………..
a. 8 RP Latihan Dinilai Teman Sejawat …………………………..
b. 2 RP Latihan Dinilai Supervisor …………………………………
c. 2 RP Ujian PKM ………………………………………………………
4. APKG …………………………………………………………………………
a. APKG I ………………………………………………………………….
- 8 RP Latihan Dinilai Teman Sejawat ……………………
- 2 RP Latihan Dinilai Supervisor ………………………….
- 2 RP Ujian PKM ……………………………………………….
b. APKG II …………………………………………………………………
- 8 RP Latihan Dinilai Teman Sejawat ……………………
- 2 RP Latihan Dinilai Supervisor ………………………….
- 2 RP Ujian PKM ……………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan belajar – mengajar adalah interaksi timbal balik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan bahan belajarnya. Dan keberhasilan kegiatan belajar – mengajar dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas interaksi yang terjadi pada kegiatan pembelajaran tersebut. Semakin dominan keaktifan guru dalam belajar akan menimbulkan hilangnya keaktifan siswa. Sehingga pribadi guru sebaiknya hanya bertindak sebagai perencana, motivator dan fasilitator serta evaluator untuk mengambil tindak lanjut setelah pembelajaran berlangsung. Siswa secara psikologis membutuhkan kesempatan untuk mengaktualisasikan harapan dan masalah yang dihadapi selama mengikuti pembelajaran. Komunikasi efektif yang dibangun guru dan siswa untuk yakin dalam mengikuti kegiatan pembelajaran merupakan muara dari keberhasilan pembelajaran. ( DePorter, 2005:53)
Menurut paradigma behavioristik, belajar merupakan proses pemindahan pengetahuan dari orang yang sudah dewasa kepada anak-anak. Berdasarkan konsep ini, peran guru adalah menyediakan dan menuangkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Guru mempersepsi diri berhasil dalam pekerjaannnya apabila dia dapat menuangkan pengetahuan sebanyak-banyaknya ke kepala siswa dan siswa dipersepsi berhasil apabila mereka menguasai pengetahuan yang dituangkan guru kepada mereka. Konsep ini sudah tidak relevan karena akan membebani siswa dan kurang memperkaya pembangunan karakter penggiring sebagai hasil pembelajaran.
Akhir-akhir ini, konsep belajar yang diapakai adalah paradigma konstruktivisme. Menurut paham konstruktivistik, belajar merupakan hasil konstruksi sendiri (si belajar) sebagai hasil interaksinya terhadap lingkungan belajar. Pengkonstruksian pemahaman dalam kegiatan belajar dapat melalui proses asimilasi atau akomodasi. Secara hakiki, asimilasi dan akomodasi terjadi sebagai usaha pebelajar untuk menyempurnakan atau merubah pengetahuan yang telah ada di benaknya. Pengetahuan yang telah dimiliki oleh pebelajar sering pula diistilahkan sebagai prakonsepsi. Proses asimilasi terjadi apabila terdapat kesesuaian antara pengalaman baru dengan prakonsepsi yang dimiliki pebelajar. Sedangkan proses akomodasi adalah suatu proses adaptasi, evolusi, atau perubahan yang terjadi sebagai akibat pengalaman baru pebelajar yang tidak sesuai dengan prakonsepsinya.
Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, mediator, dan pembimbing. Jadi guru hanya dapat membantu proses perubahan pengetahuan di kepala siswa melalui perannya menyiapkan bahan ajar dan media sehingga siswa dapat mencapai tingkatan pemahaman yang lebih sempurna dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Dan penggunaan media harus dapat mengakomodasi keaktifan siswa serta membawa ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran.
Pada dasarnya pendidikan merupakan hak asai setiap manusia Karena pendidikan akan membantu manusia dalam pengembangan potensi dirinya. Pendidikan dilakukan melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan telah diakui masyarakat.
Sejalan dengan itu Undang-undang SISDIKNAS Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyebutkan “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta perdaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pelaksana proses pendidikan adalah guru yang telah diakui kualifikasinya. Guru tersebut juga harus telah mendapatkan rekomendasi untuk mengajar dari lembaga yang mendidiknya. Untuk itu dalam mendidik seorang calon guru harus mengembangkan kurikulum yang dapat menghasilkan output yang berkualitas. Pembinaan ini harus dilaksanakan melalui sebuah Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar yang dipraktikkan langsung di Sekolah Dasar. Dalam hal ini PKM dilaksanakan di SD mitra dengan bimbingan tutor, guru pamong, dan kepala sekolah.
B. Tujuan
Pada dasarnya Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar merupakan kompetensi Pedagogik yang tercermin dalam 8 ketrampilan mengajar yang telah dimiliki oleh calon guru. Namun karena dilaksanakan secara teoritis, kemampuan tersebut tidak akan dapat dievaluasi dengan baik.
Adapun tujuan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah:
1. Syarat yang harus ditempuh dalam menyelesaikan program Strata Satu (S1) PGSD melalui Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar.
2. Untuk memperbaiki kesalahan teoritis melalui temuan praktik langsung.
3. Untuk menambah wawasan calon guru/guru dengan metode dan teknik – teknik mengajar terkini yang sedang dilaksanakan.
4. Sebagai sarana evaluasi dan sumbang saran dari sekolah mitra terhadap Lembaga Pendidikan yang mencetak calon guru.
C. Manfaat
Jika tujuan telah tercapai secara otomatis manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yaitu :
1. Dapat memantapkan wawasan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran.
2. Bagi lembaga, dapat memberikan gambaran tentang hambatan pada proses pembelajaran yang dihadapi guru sehingga dapat mengambil refleksi tersebut sebagai bahan penelitian yang harus diselesaikan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Pendidikan.
3. Bagi siswa, proses pembelajaran yang dilaksanakan guru menjadi semakin berkualitas, paikem dan optimal keluaran yang dihasilkan.















BAB II
TINJAUAN / LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Teori
1. Pengertian Belajar
Definisi belajar secara umum adalah proses sadar disengaja untuk menyampaikan nilai – nilai insani dari orang dewasa kepada anak-anak dengan tindak diperoleh siswa melalui pendidikan adalah sifat-sifat sosial, susila, dan emosional yang baik dan mampu mengantarkan individu tersebut memperoleh keberhasilan hidup yang hakiki.
Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Salah satu unsure penting dalam mencapi keberhasilan pendidikan adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem yang harus ada dalam setiap pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
Dengan demikian belajar adalah proses dalam pemahaman ilmu pengetahuan, proses perubahan tingkah laku yang disengaja, akibat dari hasil pengalaman-pengalaman dan latihan-latihan, yang dibantu oleh guru melalui desain pembelajaran yang efektif.

2. Tujuan Belajar
Belajar merupakan komponen yang sangat penting dalam pendidikan, karena tujuan pendidikan adalah mengarahkan individu yang asalnya awam menjadi tahu tentang nilai – nilai dan keterampilan melalui proses belajar. Maka dari itu sebelum proses belajar berlangsung, tujuan yang hendak dicapai dalam bentuk hasil belajar harus ditetapkan terlebih dulu. Tujuan harus dirumuskan secara jelas dan terukur sehingga dapat dievaluasi keberhasilan pelaksanaannya. Dengan tujuan yang tidak jelas, materi akan sulit dipahami oleh siswa yang berakibat siswa mengalami kegagalan dalam belajar. Dan tindak lanjut setelah pembelajaran juga sulit dilaksanakan.
Menurut Pembukaan UUD 1945 tujuan pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan secara tegas tujuan pendidikan di Indonesia adalah membentuk warga negara yang berbudi pekerti luhur, mampu bersaing dalam menghadapi tantangan masa depan serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME sehingga nantinya dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Dan menurut Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tujuan pendidikan jenjang SD/SDLB/MI adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut .
Dengan demikian tujuan belajar merupakan pedoman yang meliputi :
1. Untuk memandu guru menciptakan kondisi belajar yang menunjang mencapai tujuan belajar itu sendiri;
2. Kondisi kelas untuk mencapai tujuan yang bersifat kognitif tentu tidak sama dengan kondisi kelas yang dibutuhkan untuk tujuan belajar yang bersifat psikomotor;
3. Membantu guru dalam menyusun alat evaluasi yang digunakan untuk mengetahui apakah proses pembelajaran berhasil ataukah mengalami kegagalan.
3. Prinsip-Prinsip Belajar
Menurut Agib ( 2002: 44) agar memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik, ada beberapa prinsip-prinsip belajar diantaranya, sebagai berikut :
1. Belajar harus bertujuan dan terarah. Tujuan akan menututnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya.
2. Belajar memberikan bimbingan, baik dari guru atau buku pelajaran itu sendiri.
3. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
4. Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa yang telah dipelajari dapat dikuasainya.
5. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya.
6. Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
7. Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam praktek sehari-hari.
B. Landasan Teori Pelaksanaan PKM
Pemantapan Kemampuan Mengajar ( PKM ) merupakan kulminasi dari Program Peningkatan Kualifikasi Guru ( PKG ) S-1 PGSD, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka ( UT ). Kegiatan PKM dilakukan di sekolah mitra dengan bimbingan secara intensif oleh tutor dan guru pamong. Adapun dasar dari kegiatan PKM adalah sebagai berikut:
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
BAB XI
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pasal 39
Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Pasal 42
Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.
Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Pasal 44
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.
Penyelenggara pendidikan oleh masyarakat berkewajiban membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakannya.
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membantu pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat.
2. Undang – undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen
Bagian Kelima
Pembinaan dan Pengembangan
Pasal 32
Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier.
Pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui jabatan fungsional.
Pembinaan dan pengembangan karier guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penugasan, kenaikan pangkat, dan promosi.
Pasal 33
Kebijakan strategis pembinaan dan pengembangan profesi dan karier guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
Pasal 34
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.
Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru.
Pasal 35
Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan.
  1. PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
Pasal 22
Penilaian hasil pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (3) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
Teknik penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan perseorangan atau kelompok.
Pasal 29
Pendidik pada SD/MI, atau bentuk lain yang sederajat memiliki:
kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1)
BAB XII
EVALUASI
Pasal 78
Evaluasi pendidikan meliputi:
evaluasi oleh lembaga evaluasi mandiri yang dibentuk masyarakat atau organisasi profesi untuk menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan;
Permendiknas nomor 16/2005 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik
Kompetensi Pedagodik
Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI.
2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.
2.3 Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis, khususnya di kelas-kelas awal SD/MI.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima mata pelajaran SD/MI
3.4 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
BAB III
Pelaksanaan PKM
A. Waktu
Kegiatan Peningkatan Kemampuan Mengajar Universitas Terbuka PGSD S1 tahun 2011 dilaksanakan mulai tanggal 11 April sd. 5 Mei 2011 dengan rincian sbb:
  1. Praktik mengajar pertemuan I, 11 April 2011
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan – kelas IV
Praktikan : Badu
  1. Praktik mengajar pertemuan II, 12 April 2011
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia – kelas V
Praktikan : Badu
  1. Praktik mengajar pertemuan III, 13 April 2011
Mata Pelajaran : Matematika – kelas III
Praktikan : Badu
  1. Praktik mengajar pertemuan IV, 14 April 2011
Mata Pelajaran : IPA – kelas II
Praktikan : Badu
5. Praktik mengajar pertemuan V, 15 April 2011
Mata Pelajaran : IPS – kelas I
Praktikan : Badu
6. Praktik mengajar pertemuan VI, 16 April 2011
Mata Pelajaran : Seni Rupa – kelas IV
Praktikan : Badu
7. Praktik mengajar pertemuan VII, 18 April 2011
Mata Pelajaran : Seni Suara – kelas III
Praktikan : Badu
8.    Praktik mengajar pertemuan VIII, 19 April 2011
Mata Pelajaran : Keterampilan – kelas V
Praktikan : Badu
9.    Praktik mengajar pertemuan IX, 20 April 2011
Mata Pelajaran : IPA (Eksak) – kelas IV
Praktikan : Badu
10. Praktik mengajar pertemuan X, 21 April 2011
Mata Pelajaran : IPS (Non eksak) – kelas V
Praktikan : Badu
11. Ujian praktik PKM pertemuan XI, 2 Mei 2011
Mata Pelajaran : MTK (Eksak) – kelas III
Praktikan : Badu
12. Ujian praktik PKM pertemuan XII, 4 Mei 2011
Mata Pelajaran : Seni Rupa – kelas III
Praktikan : Badu
Pelaksanaan ujian Pemantapan Kemampuan Mengajar pada hari Senin s/d Kamis tanggal 2 sd. 5 Mei 2011
B. Tempat
Pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di sekolah mitra yaitu di :
 Nama Sekolah               : SDN …………………………………………
 Alamat                          : ………………………………………………….
 Desa                              : ………………………………………………….
 Kecamatan                    : ……………………………………………………
 Kabupaten                     : ………………………………………………..
Pelaksanaan ujian praktik Pemantapan Kemampuan mengajar dilaksanakan di sekolah mitra, yaitu :
 Nama Sekolah               : SDN 1 Sukabanjar
 Kecamatan                    : Brebes
 Kabupaten                     : Lampung Selatan
C. Tahapan Kegiatan
  1. Orientasi Umum
Pelaksanaan Pertemuan I, tanggal 27 April 2011
Materi tentang :
 Karakteristik Pembelajaran
 Prosedur Penyelenggaraan PKM
 Hal-hal yang harus dilakukan dalam PKM
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Pelaksanaan Pertemuan II, tanggal 3 April 2011
Materi tentang :
 Menyusun RPP 1 – 3
 Menyusun lembar refleksi 1 – 3
 Menyusun lembar APKG 1 1 – 3
 Menyusun lembar APKG 2 1 – 3
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Pelaksanaan Pertemuan III, tanggal 10 April 2011
Materi tentang :
 Praktek Mengajar RPP 1 – 3
 Menyusun RPP 4 – 6
 Menyusun lembar refleksi 4 – 6
 Menyusun lembar APKG 1 4 – 6
 Menyusun lembar APKG 2 4 – 6
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Pelaksanaan Pertemuan IV, tanggal 17 April 2011
Materi tentang :
 Praktek Mengajar RPP 4 – 6
 Menyusun RPP 7 – 8
 Menyusun lembar refleksi 7 – 8
 Menyusun lembar APKG 1 7 – 8
 Menyusun lembar APKG 2 7 – 8
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Pelaksanaan Pertemuan V, tanggal 24 April 2011
Materi tentang :
 Praktek Mengajar RPP 7 – 8
 Menyusun RPP 9 – 10
 Menyusun lembar refleksi 9 – 10
 Menyusun lembar APKG 1 9 – 10
 Menyusun lembar APKG 2 9 – 10
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Kegiatan Pembelajaran Terbimbing
Pelaksanaan Pertemuan VI, tanggal 1 Mei 2011
Materi tentang :
 Praktek Mengajar RPP 9 – 10
 Menyusun RPP 11 – 12
 Menyusun lembar refleksi 11 – 12
 Menyusun lembar APKG 1 11 – 12
 Menyusun lembar APKG 2 11 – 12
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
  1. Ujian
Pelaksanaan                  : Tanggal 2 – 5 Mei 2011
Tempat Pelaksanaan Ujian : SD N 1 Sukabanjar
Yang melaksanakan           : Tim Penguji yang ditunjuk dari Pokjar
  1. Penyusunan Laporan Pelaksanaan PKM
Pelaksanaan Pertemuan VII dan VIII, tanggal 8 Mei dan 15 Mei 2011
Tempat pelaksanaan di Pokjar Brebes.
Yang bertugas             : Tutor / Pembimbing
D. Materi Kegiatan
  1. Pembekalan
  2. Micro Teaching
  3. Kegiatan pembelajaran terbimbing
  4. Penyusunan Rencana
  5. Pelaksanaan
  6. Kegiatan Pembelajaran
  7. Refleksi
  8. Penyusunan Laporan Pelaksanaan PKM
E. Proses Bimbingan
Persiapan pelaksanaan mikro teaching dibimbing oleh tutor selama 5 pertemuan. Pelaksanaan bimbingan di Pokjar Brebes dengan memberikan pengarahan tentang perbaikan rencana pembelajaran termasuk gaya mengajar setelah praktik mikro teaching. Sedangkan pelaksanaan bimbingan ujian dilaksanakan pada pertemuan ke 6. Persiapan pelaksanaan bimbingan di sekolah mitra diberikan oleh kepala sekolah dan guru sekolah mitra Pelaksanaan bimbingan dilakukan mulai tanggal 25, 26, 27, 28, dan 29 April 2011. Kegiatan bimbingan meliputi permintaan tugas mengajar, dan konsultasi rencana pembelajaran dan media.
F. Faktor Pendukung dan Penghambat PKM
  1. Faktor Pendukung
a. Sebelum terjun ke lapangan, peserta program telah mengikuti pembekalan oleh tutor berkaitan dengan pelaksanaan PKM.
b. Mata kuliah PKM dilaksanakan pada semester IV yang didukung oleh semua mata kuliah yang menjadi bekal dalam kemampuan mengajar.
c. Adanya buku petunjuk pelaksanaan PKM yang berisi pedoman dan petunjuk tentang Konsep Dasar PKM, Penyelenggaraan PKM, dan APKG.
  1. Faktor Penghambat
a. Peserta program adalah guru kelas, sehingga konsentrasi dalam PKM kadang kala dibagi dua, satu sisi berfikir bagi siswanya sendiri, disisi lain harus melaksanakan PKM.
b. Tugas tambahan dari sekolah tempat mengajar.
c. Pelaksanaan ujian PKM berada pada bulan Mei dimana sebagian besar materi telah selesai diajarkan.
BAB III
REFLEKSI
Setelah pelaksanaan PKM, penulis mengambil refleksi dengan harapan dapat menjadi rekomendasi. Adapun refleksi dari penyelenggaraan PKM adalah sebagai berikut:
1. Penyelenggara PKM
Penyelenggaraan PKM sebaiknya tidak mengambil waktu semester genap karena bertepatan dengan pelaksanaan ujian.
2. SD Tempat pelaksanaan PKM
- Sebaiknya sekolah mitra kerja adalah sekolah yang guru-gurunya telah berkualifikasi Pegawai Negeri atau lebih senior.
- SD tempat PKM seyogyanya mendapatkan petunjuk PKM dalam bentuk buku pedoman seperti tahun – tahun sebelumnya agar lebih siap
- Rekan guru tempat PKM cukup akrab dan baik
3. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran
Kekuatan pelajaran tergantung koordinasi mahasiswa dengan guru kolega. Untuk SD …………………………. guru – guru sangat membantu. Keterbatasan waktu peserta PKM yang terkendala tugas – tugas yang berkaitan dengan ujian maupun tugas tambahan dari sekolah menimbulkan masalah bagi penulis.
Oleh karena itu, seyogyanya pelaksanaan ujian dilaksanakan pada semester gasal agar tidak teganggu pelaksanaan ujian.
4. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang digunakan di sekolah mitra cukup baik. Karena transportasi, peserta agak kesulitan dalam mencari media yang cukup baik untuk dipakai pada saat ujian di sekolah mitra.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
  1. Kegiatan Pelaksanaan PKM cukup baik, persiapan, pembekalan dan bimbingan telah sesuai.
  2. Buku panduan PKM untuk mahasiswa sudah cukup baik tetapi masih kurang dalam penyediaan buku pedoman PKM bagi sekolah mitra.
  3. Guru kolega dan siswa-siswa tempat pelaksanaan PKM cukup membantu pelaksanaan PKM, namun pelaksanaan yang bersamaan dengan penyelenggaraan ujian sedikit menimbulkan masalah.
B. SARAN
Agar manfaat dari pelaksanaan PKM lebih baik, panitia dan peserta PKM sebaiknya:
  1. Menyelenggarakan PKM pada semester ganjil agar tidak bersamaan dengan waktu pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah.
  2. Penyelenggara sebaiknya menyediakan buku pedoman bagi sekolah mitra sebagai referensi.
  3. Sebaiknya proses bimbingan mencakup tentang PTK.
  4. Mungkin pelaksanaan ujian juga di tempat guru mengajar agar pelaksanaan ujian dapat lebih optimal.
DAFTAR REFERENSI
1. Buku Panduan PKM-PGSD. Universitas Terbuka. Jakarta
2. Kurikulum KTSP/Standar Isi 2006
3. UU No. 19 Tahun 2005
4. UU No. 20 Tahun 2003

Contoh Laporan PKM _ PGSD UT

CONTOH LAPORAN REFLEKSI PKM

LAPORAN REFLEKSI

NAMA                      :   XXXXXX
NIM                           :  12345678
KELAS                      :   A
POKJAR                   :    XXXXXX
UPBJJ                        :   XXXXXX


I.            PENDAHULUAN
1.      Latar belakang pembuatan laporan
Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Kemampuan mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki guru. Oleh karena itu, guru dituntut harus menguasai:
1.            Penguasaan bidang studi, baik yang berkenaan dengan keilmuan maupun metodologi keilmuan bidang studi yang diajarkan;
2.            Pemahaman tentang peserta didik
3.            Penguasaan pembelajaran yang mendidik
4.            Pengembangan kepribadian yang professional sebagai guru dan warrga masyarakat.
Mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) menggarisbawahi beberapa kulaifikasi pendidikan mahasiswa, dalam hal ini adalah guru, terutama di tingkat Sekolah Dasar.Kompetensi yang diharapkan pada mata kuliah ini agar mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan profesional mengajarnya sebagai guru.Mengingat mengajar merupakan kegiatan manajerial yang harus dapat dilakukan secara profesional.
Sesuai panduan pada modul PKM dan pengelolaan kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pelatihan dan pemantapan tugas yang dikerjakan mahasiswa.Melalui kegiatan inilah rumusan yang sebenarnya diharapkan oleh TIM FKIP agar mahasiswa terlatih untuk menjadi guru professional.
Beberapa kegiatan yang dilakukan Saya, selaku mahasiswa UT, dari mulai awal bimbingan penyusunan Rencana Pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, diskusi dengan Teman Sejawat, menyusun laporan refleksi  dari semua pembelajaran, simulasi PKM, hingga sampai pada ujian PKM nantinya. Harus dapat dipertanggungjawabkan keputusannya secara moral, ilmiah, dan profesional dalam memberikan pembelajaran.
Oleh karena itu, laporan refleksi ini dibuat sebagai gambaran intropeksi diri guru untuk menjadi seorang yang professional sebelum ia mendapatkan pengakuan dari lembaga yang memberikannnya pengakuan tersebut. Di samping itu, pembuatan laporan ini dibuat untuk bisa melatih diri menjadi guru professional melalui Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK4209).

2.      Tujuan pembuatan laporan
Sebagaimana tersebut di atas, mengajar merupakan kegiatan manajerial yang harus dapat dilakukan secara profesional.Untuk mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa dilatih dan dibekalli dengan kebiasaan dan kemampuan menyelenggarakan program pembelajaran mulai dari mempersiapkan,   merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan memperbaiki pembelajaran di sekolah berdasarkan keilmuan bidang studi dan kependidikan keguruan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, Saya susun laporan refleksi ini bertujuan:
1.          Melihat kekuatan dan kelemahan Saya dalam mengajar, apa saja yang sudah baik dan yang belum baik, serta faktor apa yang meyebabkan perilaku mengajar kita disebut baik dan kurang baik.
2.          Laporan ini akan membantu Saya, sebagai mahasiswa/guru SD, agar dapat memahami, menguasai, dan mencapai kemampuan yang secara psikologis lebih baik, sebagai dasar bagi kekuatan Saya dalam menghadapi kegiatan berikutnya atau tantangan yang sama.
3.      Gambaran umum isi laporan
Pelaksanaan dari seluruh kegiatan laporan ini terbagi dalam 2 bagian, yaitu:
a.       Pelaksanaan PKM pertama dilakukan di semester 3 masing-masing RPP, Refleksi, penilaian APKG1 dan penilaian APKG2 berjumlah 8
b.      Pelaksanaan PKM kedua dilakukan di semester 4 (Mata kuliah PKM/PDGK4209 terregistrasi pada semester 4/2009.2) masing-masing RPP, Refleksi, penilaian APKG1 dan penilaian APKG2 berjumlah 4. Sehingga  keseluruhan RPP, Refleksi, APKG1 dan APKG2  berjumlah 12.
Untuk memperinci seluruh kegiatan pembelajaran selama pelaksanaan Pemantapan Kemampuan Mengajar itu, saya buat jadwal pelaksanaanya dalam tabel berikut:
Tabel pelaksanaan PKM pada Semester 3. (terdiri atas masing-masing 8 RPP, 8 Refleksi, 8 PKG1, 8APKG2)
No
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Tanggal Pelaksanaan
1
PKN
III/2
8   Maret 2010
2
IPA
IV/2
15 Maret 2010
3
MATEMATIKA
V/2
16 Maret 2010
4
IPS
V/2
17 Maret 2010
5
PKN
IV/2
17 Maret 2010
6
IPA
IV/2
22 Maret 2010
7
BAHASA INDONESIA
IV/2
23 Maret 2010
8
BAHASA INDONESIA
V/2
24 Maret 2010


Tabel Pelaksanaan PKM pada Semester 4 (Terdiri atas 4 Mata Pelajaran sehingga RPP berjumlah 12)
No
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Tanggal Pelaksanaan
1
MATEMATIKA
IV/1
26 Juli 2010
2
IPS
V/1
27 Juli 2010
3
Eksakta/Matematika
IV/1
28 Juli 2010
4
Noneksakta/Bahasa Indonesia
V/1
28 Juli 2010

Pelaksanaan pembelajaran pun dikondisikan dengan kesedian Teman Sejawat dalam mengatur jadwal kegiatan. Mengingat jadwal kegiatan pada semester 2 pada kalender pendidikan  sedang menyiapkan UASBN.
Laporan refleksi ini secara umum menggambarkan tolok ukur pribadi terhadap pelaksanaan pembelajaran.Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri pada setiap kegiatan mengajar berlangsung.Mulai dari merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan memperbaiki pembelajaran.

II.      TEMUAN-TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN
1.      Pertemuan 1 (Pendidikan Kewarganegaraan)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Ketersedian bahan terbatas
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Siswa saya kurang memahami beberapa petunjuk saya mengenai bahan berupa Koran/majalah sebagai bahan pembelajaran.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Untuk menjembatani siswa dalam mempelajari keseluruhan materi, saya membuat peta konsep.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Mencoba kegiatan pembelajaran agar bervariasi.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Melalui kliping, siswa menjadi tahu nilai lebih dari  seorang kolektor terutama kliping.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 1, rencana saya berikutnya adalah:
Saya akan terus mencoba beberapa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode yang variatif.
2.      Pertemuan 2 (IPA)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Bahan pembelajaran/praktikum yang mudah habis sebelulm pembelajarna/praktikum berlangsung.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Saya tidak pandai mengorganisasikan kelas dalam mengatur waktu agar lebih efektif..
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya dapat menjelaskan semua detail teori, prosedur praktikum, dan penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Pengalaman pribadi sebagai anggota KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) semasa SMA.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Saya menjadi tahu  menerapkan konsep IPA dalam praktikum di SD sangat berbeda.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 2, rencana saya berikutnya adalah:
Saya bersama siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Saya akan menyesuaikan semua faktor kekuatan saya.
3.      Pertemuan 3 (Matematika)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Kurangnya pendekatan terhadap siswa yang tidak memiliki kemampuan awal sama sekali.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Saya membutuhkan waktu yang banyak terhadap siswa.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Ketegasan, kesabaran, dan terus menerus berlatih adalah strategi yang saya terapkan untuk mencapai kompetensi yang saya terapkan.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Siswa SD masih melihat segala sesuatu dari hal – hal yang kongkret.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Ada seorang anak yang memiliki kecerdasan dalam berhitung, tetapi membacanya sangat lambat.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 3, rencana saya berikutnya adalah:
Saya harus bisa menerapkan semua usaha dalam pembuatan RPP.
4.      Pertemuan 4 (IPS)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Penggunaan media pembelajaran Peta Indonesia dirasa tidak memenuhi ketercepaian kompetensi.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Ketersedian media pembelajaran di sekolah kami
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Pengelolaan kelas dan pemilihan metode pembelajaran yang tepat.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Saya menerapkan ketegasan selama proses pembelajaran.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Ada siswa yang masih berpikiran sederhana, tetapi semua pemikiran itu dilatarbelakangi lingkungan mereka tinggal.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 4, rencana saya berikutnya adalah:
Semua kekuatan yang saya sadari harus saya pertahankan bahkan akan terus berkembang demi pembelajaran yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
5.      Pertemuan 5 (Pendidikan Kewarganegaraan)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya merasa dalam media pembelajaran yang Saya gunakan.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Ketersedian alat untuk memperbesar dengan ukuran yang mencukupi kebutuhan kelas.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Materi peta konsep dapat membantu siswa untuk memahami materi
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Pengalaman pribadi sebagai anggota KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) semasa SMA.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Tidak ada hal unik yang saya temukan selama proses pembelajaran.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 5, rencana saya berikutnya adalah:
Saya bersama siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Saya akan menyesuaikan semua faktor kekuatan saya.
6.      Pertemuan 6 (IPA)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Bahan pembelajaran/praktikum yang mudah habis sebelum pembelajaran/praktikum berlangsung.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Saya tidak pandai mengorganisasikan kelas dalam mengatur waktu agar lebih efektif..
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya dapat menjelaskan semua detail teori, prosedur praktikum, dan penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Pengalaman pribadi sebagai anggota KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) semasa SMA.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Saya menjadi tahu  menerapkan konsep IPA dalam praktikum di SD sangat berbeda.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 6, rencana saya berikutnya adalah:
Saya bersama siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Saya akan menyesuaikan semua faktor kekuatan saya.
7.      Pertemuan 7 (Bahasa Indonesia)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Penggunaan media yang sederhana
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Saya ingin menggunakan model bermain peran pada media pembelajaran berupa media audiovisual, akan tetapi sekolah kami kurang saranaprasarana pembelajaran tersebut.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Penyesuaian terhadap media pembelajaran yang saya butuhkan
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Pengalaman pribadi sebagai pemain teater.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Ada siswa yang berobsesi menjadi sineas film.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 7, rencana saya berikutnya adalah:
Saya akan berusaha mempertahankan kekuatan saya, dan mencoba seefektif mungkin dalam memanfaatkan media pembelajaran yang saya butuhkan.
8.      Pertemuan 8 (Bahasa Indonesia)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Alokasi waktu yang tidak sesuai dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.Dan juga media pembelajaran.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Media yang digunakan berupa tape recorde yang sudah tua dan mudah rusak, sehingga menyebabkan waktu yang dibutuhkan  terbuang sia-sia.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Penggunaan media yang sudah sesuai dengan kompetensi.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Kompetensi yang saya arahkan adalah kompetensi “mendengarkan cerita”
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Ada siswa yang yang hanya tertarik pada salah satu penokohan saja, protagonist.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 8, rencana saya berikutnya adalah:
Saya harus benar-benar memikirkan beberapa hal yang menjadi kelemahan dari beberapa media pembelajaran agar waktu yang saya alokasikan menjadi tepat.

9.      Pertemuan 9 (Matematika)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya masih harus merasa tidak mengetahui kemampuan awal siswa.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Pendekatan yang saya terapkan membutuhkan waktu yang banyak.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya punya berbagai macam penyelesaian  pengerjaan berbagai macam jenis soal Matematika.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Saya pernah menjadi anggota KIR (Kelomok Ilmiah Remaja) semasa SMA.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Ada siswa yang memiliki kecerdasan dalam berhitung, tetapi lambat dalam membaca..
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 9, rencana saya berikutnya adalah:
Saya harus bisa menuangkan semua pengalaman saya semasa menjadi Anggota KIR.
10.  Pertemuan 10 (IPS)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya merasa dalam media pembelajaran yang Saya gunakan.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Ketersedian alat untuk memperbesar dengan ukuran yang mencukupi kebutuhan kelas.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Materi peta konsep dapat membantu siswa untuk memahami materi.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Pengalaman pribadi sebagai anggota KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) semasa SMA.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Tidak ada hal unik yang saya temukan selama proses pembelajaran.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 10, rencana saya berikutnya adalah:
Saya bersama siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Saya akan menyesuaikan semua faktor kekuatan saya.
11.  Pertemuan 11 (MATEMATIKA/EKSAKTA)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya membutuhkan adaptasi yang lebih agar terjadi penyesuaian sikap dan kondisi belajar agar terpenuhi.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Saya merasa harus mengenal latar belakang mereka.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Saya memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan berbagai macam jenis soal Matematika.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Saya pernah menjadi anggota KIR yang dilatih untuk terbiasa menyelesaikan soal-soal Ujian.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Sikap egoisme dalam memimpin kelompok siswa tertentu tampak sekali ketika metode pembelajaran berupa diskusi dengan tutor sebaya.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 11, rencana saya berikutnya adalah:
Saya harus mengembangkan strategi pembelajaran untuk dapat mempermudah siswa saya memahami karakter soal.

12.  Pertemuan 12 (BAHASA INDONESIA/NON EKSAKTA)
a.       Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Pengelolaan kelas akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat.
b.      Kelemahan tersebut terjadi karena:
Teknik wawancara membutuhkan pembelajaran langsung.
c.       Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Penyesuaian media pembelajaran yang saya gunakan bersifat kekinian.
d.      Kekuatan tersebut terjadi karena:
Saya menggunakan bahan pembelajaran yang kekinian agar siswa saya lebih cepat dan tepat menanggapi beberapa isu terbaru.
e.       Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah:
Pengaruh/dampak isu terbaru menyebabkan beberapa siswa “demam” terhadap sikap nge-fans mereka.
f.        Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan 12, rencana saya berikutnya adalah:
Penggunaan bahan pembelajaran yang bersifat kekinian harus saya pertahakan agar siswa lebih tanggap dalam menghadapi berbagai macam isu di luar lingkungannya


III.      KESIMPULAN
1.      Secara umum kelemahan pembelajaran yang saya lakukan adalah:
o       Media pembelajaran yang dirasa kurang tepat untuk mencapai kompetensi;
o       Pengelolaan kelas sering terjadi kericuhan;
o       Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sangat berbeda dengan alokasi waktu yang direncanakan semula;
o       Kurangnya pengenalan terhadap kemampuan awal siswa.
2.      Secara umum penyebab kelemahan tersebut adalah:
o       Keterbatasan media dan bahan pembelajaran;
o       Kurangnya ketegasan dalam pembelajaran;
o       Alokasi waktu sangat ditentukan oleh media pembelajaran yang digunakan. Bahkan metode pembelajaran pun sangat mempengaruhi alokasi waktu yang dibutuhkan;
o       Saya kurang beradaptasi secara cepat.
3.      Secara umum kelebihan pembelajaran yang saya lakukan adalah:
o       Saya memiliki pengalaman dalam mengelola materi pembelajaran seperti strategi penyelesaian soal Matematika, bahan pembelajaran yang kekinian, dan sebagainya;
o       Ketegasan dan cepat menyesuaikan metode dan media pembelajaran yang direncanakan dengan pelaksanaan.
4.      Secara umum penyebab kelebihan tersebut adalah:
o       Pengalaman sebagai anggota KIR (kelompok ilmiah Remaja) dan pemain teater semasa SMA;
o       Sikap tegas dan cepat sesuai dengan kedisiplinan yang diterapkan sejak dini.
5.      Rangkuman perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan:
Semua kekuatan atau hal-hal yang baik wajib Saya pertahankan, bahkan harus ditingkatkan.Disamping itu, sumber informasi sekarang jauh lebih berkembang dan cepat maka Saya harus lebih cepat tanggap dalam mengelola informasi pendidikan  terutama informasi tentang keilmuannya bahkan pembelajarannya. Kelemahan yang Saya tulis dalam refleksi ini menjadi tolok ukur bahwa Saya sebenarnya bukan Mahluk yang sempurna. Dari sekian banyak kelemahan itu, Saya terpacu dan ingin terus memperbaiki guna mencapai keprofesionalisme diri menjadi seorang guru yang sesuai diamanatkan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005.