Daftar Blog Saya

Páginas

Sabtu, 01 September 2012

Laporan PKM-UT PAUD lengkap dengan lampiran

LAPORAN HASIL PRAKTEK MENGAJAR
DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) MIFTAHUL JANNAH KUNTILI
KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS







Disusun Oleh :
Nama :
NIM :
Jurusan : Semester :


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ – PURWOKERTO
2012



PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK MENGAJAR
Laporan ini disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar) dengan data sebagai berikut :
Nama : Mei Sari’ah
NIM : 819109253
Tempat Pelaksanaan Mengajar : RA Miftahul Jannah Kuntili
Kelompok : A dan B
Alamat : Jln. Pramuka Desa Kuntili RT 01 RW 04 Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas
Waktu Pelaksanaan : 2 April s.d 10 April 2012
Telah diterima dan disahkan sebagai syarat untuk mengikuti ujian PKM S1-PG.PAUD FKIP Universitas Terbuka UPBJJ-Purwokerto Pokjar Banyumas.
Purwokerto, April 2012

Mengesahkan,
Supervisor

Siti Aminah, S.Pd
NIP. 195701211984032005


Mahasiswa

Mei Sari’ah
NIM. 819109253



KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penyusun dapat menyelesaikan Penyusunan Laporan Hasil Praktek Mengajar di RA Miftahul Jannah Kuntili Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas.

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar) yang merupakan salah satu Mata Kuliah S-1 PG.PAUD Semester V (Lima). Dalam pemantapan, Mahasiswa merancang RKH dan melaksanakan Praktek Pembelajaran.

Dalam penyusunan laporan ini banyak sekali bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat : Rektor Universitas Terbuka. Bapak Drs. Samsul Islam, M.Pd., selaku kepala UPBJJ-UT Purwokerto. Ibu Siti Aminah, S.Pd., selaku supervisor dan dosen pembimbing mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah meluangkan waktu untuk mendidik dan membimbing dalam penulisan laporan ini.Ibu Mei Sari’ah, selaku kepala RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah memberi ijin dan membimbing dalam pelaksanaan praktek mengajar di sekolahnya. Guru-guru RA Miftahul Jannah Kuntili selaku rekan kerja di RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah membantu kelancaran pelaksanaan PKM dan penulisan laporan ini. Semua anak didik di RA Miftahul Jannah Kuntili yang telah membantu kelancaran pelaksanaan PKM dan penulisan laporan PKM ini. Teman-teman yang selalu setia membantu dalam pencarian data, sehingga laporan ini dapat tersusun. Teman-teman yang selalu setia membantu terlaksananya tugas Mata Kuliah PKM ini. Ayah dan Ibu yang telah memberi dorongan dan bantuan baik material maupun spiritual sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca yang budiman senantiasa kami harapkan. Semoga laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) ini bermanfaat bagi peningkatan pendidikan dan peningkatan kemampuan mengajar penulis sebagai guru.

Banyumas, April 2012


Mei Sari’ah


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................... ii
KATA PENGANTAR................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1 
Latar Belakang............................................................................................. 1
Tujuan Mengikuti PKM................................................................................ 3
Manfaat Mengikuti Mata Kuliah PKM..................................................... 4
BAB II TEMUAN – TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN....................... 6
Pertemuan ke-1.............................................................................................. 6
Pertemuan ke-2.............................................................................................. 7
Pertemuan ke-3.............................................................................................. 8
Pertemuan ke-4.............................................................................................. 9
Pertemuan ke-5.............................................................................................. 10 
Pertemuan ke-6.............................................................................................. 10
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................... 12
BAB IV PENUTUP....................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 16
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembuatan Laporan
Di negara Indonesia sudah lama mengeluhkan mutu pendidikan, tidak terhitung kritikan dan keluhan yang dialamatkan kepada dunia pendidikan. Mulai dari yang mengerti masalah pendidikan sampai pada kalangan masyarakat yang sekedar ikut-ikutan. Semua pendidik saling menyalahkan, pendidikan tinggi menyalahkan pendidikan menengah, pendidikan menengah menyalahkan pendidikan dasar, begitu selanjutnya bagaikan sebuah lingkaran setan tidak berujung, kusut tanpa diketahui bagaimana masalah pendidikan ini dapat diselesaikan. Dari sikap saling menyalahkan tersebut, tidak satupun yang menyalahkan pendidikan anak usia dini (PAUD). Ini suatu bukti bahwa pemahaman masyarakat tentang PAUD masih rendah dan menganggap PAUD hanya sebagai pelengkap, dianggap remeh, dan boleh jadi tidak begitu diperlukan. Padahal kegagalan pendidikan sering kali selama ini karena persoalan-persoalan yang dianggap remeh dan mudah.
Sementara itu pemecahan masalah pendidikan selama ini menganut pola pikir paradoks yaitu suatu keterpaksaan antara kualitas dan kuantitas. Pemerintah harus memilih antara kuantitas dengan mengabaikan kualitas atau mengutamakan kuantitas tetapi mengorbankan kualitas. Pendidikan dasar sembilan tahun merupakan contoh nyata dari kekeliruan pendidikan yang mengakibatkan jalan buntu bagi permasalahan pendidikan yang berubah menjadi seperti lingkaran setan.
Dengan lanjutnya perkembangan jaman dan teknologi yang semakin maju dan semakin meningkat membuat jiwa penerus bangsa memiliki keterbelakangan moral mental dan spiritual dikarenakan kekurangan pondasi dasar dari generasi penerus bangsa. Kebijakan pemerintah tentang pendidikan sembilan tahun merupakan contoh dari kekeliruan. Ibarat bangunan pendidikan adalah slof, maka dari itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK /RA merupakan fundamen dimana slof akan ditempatkan. Fondasi adalah bahan yang akan menghujam ke bumi dan menyatu dengan tanah kemudian menjadi sesuatu kekuatan strategis untuk mendukung fondasi yang disebut sekolah dasar tadi.
Berapapun tingginya bangunan, kekokohan akan sangat ditentukan oleh kekuatan fondasi yang menahan. Artinya, optimalisasi kemampuan seseorang sangat ditentukan oleh seberapa kuat pula dasar pertumbuhan dan perkembangan yang dibangun pada saat anak usia dini.
Untuk dapat memenuhi kualitas dan kuantitas Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-kanak diperlukan seorang pendidik yang mampu memahami sifat dan karakteristik anak. Dalam kuliah S1 PG.PAUD, seorang guru diberi materi-materi dimana materi tersebut adalah mengenai dunia anak-anak usia dini. Salah satu mata kuliah itu adalah mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM), dimana salah satu tugas PKM adalah guru harus bisa berwawasan luas dan banyak pengalaman dalam dunia anak usia dini dan kemampuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, menyenangkan, menarik, dan bermakna bagi anak dipengaruhi berbagai unsur, antara lain guru harus memahami secara utuh hakekat sifat dan karakteristik anak, perencanaan dan penyusunan RKH yang tepat, metode pembelajaran yang berpusat pada kegiatan anak, sarana belajar yang memadai, tersedianya berbagai sumber belajar yang menarik sehingga mendorong anak untuk belajar.
Mata kuliah PKM tidak hanya ditempuh melalui teori tetapi juga dilakukan dengan praktek lapangan yang dilaksanakan di TK/RA yang berbeda. Dalam melaksanakan praktek lapangan akan dijumpai banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, dengan demikian maka mahasiswa membuat suatu laporan dimana berisi tentang hasil praktek lapangan di TK/RA yang berbeda.

B. Tujuan Mengikuti Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
Peran guru sangat penting dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul dalam masa mendatang, maka dari itu diperlukan suatu pembelajaran yang khusus mata kuliah yang dapat menunjang guru TK/RA dalam meningkatkan kualitas mengajarnya, salah satu mata kuliah itu adalah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Adapun tujuan dalam mengikuti PKM adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien.
2. Supaya dapat menjadi guru yang profesional.
3. Berwawasan luas dalam pendidikan anak usia dini.
4. Supaya lebih mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik.
5. Supaya dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dengan mengacu pada rencana pembelajaran terpadu.
6. Supaya dapat mengidentifikasi kelebihan dan kelemahannya di dalam mengajar melalui refleksi.
7. Supaya dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam mengajar.
8. Supaya lebih mampu dalam menguasai dan mengelola kelas.
9. Supaya dapat mempertanggungjawabkan dan tindak pembelajaran yang dilakukan berdasarkan prinsip keilmuan pendidikan anak usia dini.

C. Manfaat Mengikuti Mata Kuliah PKM
Seorang guru TK akan mendapatkan manfaat setelah mengikuti mata kuliah PKM ini, antara lain :
1. Memiliki pengalaman belajar dalam menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh melalui tindak mengajar yang di praktekkan.
2. Mempunyai kemampuan untuk menilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam merancang dan melakukan pembelajaran, serta melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kekurangan dalam mengajar.
3. Terbiasa mengambil keputusan dan melakukan perbaikan pembelajaran berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
4. Akan mempunyai kemampuan dalam mengajar pendidikan anak kelompok A dengan usia 4-5 tahun dan kelompok B dengan usia 5-6 tahun.
5. Akan dapat lebih memahami dalam merancang dan menyusun RKH untuk anak kelompok A dan kelompok B.
6. Akan dapar memiliki pengalaman belajar yang lebih banyak dan lebih luas dalam mengelola kelas kelompok A dan kelmpok B.
7. Akan lebih mampu mengadakan fariasi-fariasi dalam metode pembelajaran dengan penggunaan media dan sumber belajar yang ada di kelas.
8. Akan dapat mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan dalam mengajar.
9. Akan menambah saudara atau teman dalam mengikuti matakuliah PKM.

BAB II
TEMUAN-TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN.
A. Pertemuan ke-1 Senin, 2 April 2012 pada Kelompok A
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah:
Lambatnya saya dalam berkomunikasi terhadap anak yang murung sehingga dalam melaksanakan tugas lamban.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Saya kurang peka terhadap anak yang murung tersebut sehingga komunikasi agak lamban.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat menciptakan kondisi anak-anak dengan tertib dan terkendali.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya sudah mempelajari Rencana Kegiatan Harian yang saya buat sehari sebelum pembelajaran berlangsung dan saya dapat membujuk anak yang murung untuk melakukan tugasnya walaupun agak lambat.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan Melompat dengan ketinggian 25 cm, anak-anak berebut untuk melompat lebih dahulu.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-1, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan belajar lebih peka terhadap anak dan saya akan memberikan motivasi terhadap anak.

B. Pertemuan ke-2 Selasa, 3 April 2012 pada kelompok A.
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Dalam menyampaikan materi suara saya kurang lantang, sehingga ada anak yang masih ngobrol sendiri.2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Gaya bicara saya dalam menyampaikan materi terlalu cepat.3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Ada beberapa anak yang cukup cepat dalam menyelesaikan tugas melipat, walaupun masih ada anak yang suka ngobrol sendiri namun mereka mau menyelesaikan tugas yang saya sampaikan.4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya selalu memberikan motivasi dengan disanjung dan acungan jempol.5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan menggambar rumah gubug dengan pensil, Lelita minta pertolongan menggambar lagi karena ingin melengkapi gambar rumah dengan gambar pohon-pohon.6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-2, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan belajar metode-metode yang lebih bervariasi lagi dan akan menambah wawasan untuk dapat menarik perhatian dalam menyampaikan materi.

C. Pertemuan ke-3 Rabu, 4 April 2012 pada kelompok A.1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Kurangnya intonasi saya dalam menyampaikan gambar perbedaan benar dan salah sehingga ada anak yang tidak mendengarkan cerita yang saya sampaikan.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Saya kurang menguasai isi gambar/cerita.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Anak dapat melakukan tugas dengan baik dan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Dalam kegiatan saya selalu berpedoman pada RKH yang saya buat.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Anak-anak mengerjakan tugas senam bebek dengan antusias.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-3 rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan terus meningkatkan kemampuan dalam belajar intonasi suara sehingga dapat menarik perhatian anak.

D. Pertemuan ke-4 Kamis, 5 April 2012 pada kelompok B
1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Ada beberapa anak yang tidak sesuai dalam memasangkan tulisan dengan gambar.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Anak-anak banyak yang belum memahami kalimat.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat menjelaskan materi pembelajaran dengan jelas dan mudah dipahami sehingga anak-anak dapat melakukan tugas dengan benar dan penuh semangat.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Sehari sebelum pembelajaran berlangsung saya sudah dapat menguasai materi tersebut.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat anak menarik garis lengkung, datar, miring, menjadi bentuk rumah minang, anak juga menggambar orang, pohon, laut, dan kapal karena mendengarkan cerita malin kundang dan melihat gambarnya.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-3 rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempersiapkan lagi media pembelajaran sehingga akan dapat memudahkan anak untuk melakukan tugasnya.

E. Pertemuan ke-5 Sabtu, 7 April 2012 pada kelompok B1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Penggunaan alat/sumber belajar yang kurang bervariasi.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Kurangnya kreatifitas penulis dalam menyiapkan alat/sumber belajar sehingga anak-anak kurang tertarik.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Saya dapat mengatur alokasi waktupembelajaran dengan tepat dari kegiatan awal sampai kegiatan inti dan dapat mencapai indikator yang telah ditentukan walaupun ada anak yang lamban dalam melaksanakan tugasnya.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya sudah mempelajari Rencana Kegiatan Harian yang saya buat sehari sebelum pembelajaran berlangsung.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat menyanyikan lagu semua siswa siswi dengan gembiranya sambil bergaya dan berlenggak-lenggok.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-5, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempersiapkan alat/sumber belajar yang lebih bervariasi lagi.

F. Pertemuan ke-6 Selasa, 10 April 2012 pada kelompok B1. Kelemahan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Kurangnya saya dalam mengelola kelas sehingga ada anak yang menimbulkan masalah dan proses pembelajaran sedikit terganggu dan ada salah satu anak yang tidak mau melakukan kegiatan mencocok.
2. Kelemahan tersebut terjadi karena :
Kurangnya saya dalam memahami dan memberi respon positif pada anak yang menyebabkan masalah.
3. Kelebihan yang saya temukan selama proses pembelajaran adalah :
Anak-anak cukup baik dalam melaksanakan tugasnya, walaupun sempat terjadi keributan sedikit.
4. Kelebihan tersebut terjadi karena :
Saya dapat memusatkan kembali perhatian anak-anak, sehingga mereka berhenti dari keributan dengan memberikan acungan jempol dan memberi cap bintang di tangan bagi anak-anak yang mau melakukan tugasnya.
5. Hal-hal unik yang terjadi selama proses pembelajaran adalah :
Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung anak yang bernama Rooiqoh tidak mau melempar bola masuk keranjang basket namun dia mempunyai inisiatif untuk menggantikan tugas melempar dengan mewarnai walaupun tidak begitu rapi.
6. Dengan memperhatikan proses pembelajaran pada pertemuan ke-6, rencana saya berikutnya adalah :
Saya akan lebih mempelajari lagi karakteristik anak-anak.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pelaksnaan praktek pengajaran yang telah saya lakukan, dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Secara umum kelemahan pembelajaran yang saya lakukan adalah :
a. Media pembelajaran yang saya gunakan terlalu kecil.
b. Kurangnya saya dalam memahami karakter anak.
c. Dalam menjelaskan materi saya terlalu cepat.
d. Dalam penggunaan alat/sumber belajar kurang bervariasi.
e. Pengelolaan kelas yang masih banyak mengalami kekurangan
2. Secara umum penyebab kelemahan tersebut adalah :
a. Gaya bicara saya dalam sehari-hari masih terbawa dalam pembelajaran.
b. Saya kurang persiapan dalam pembelajaran baik di alat, sumber maupun media pembelajaran.
c. Dalam hal kreativitas saya masih banyak kekurangan.
d. Saya belum sepenuhnya memahami dan mengenali karakter anak satu per satu.
3. Secara umum kelebihan pembelajaran yang saya lakukan adalah :
a. Saya dapat memusatkan kembali perhatian anak-anak sehingga dapat tercipta suasana yang tertib dan terkendali.
b. Penataan kegiatan alokasi waktu proses dan hasil belajar tepat dan efektif.
c. Komunikatif dan pendekatan terhadap anak sehingga mereka dapat menyelesaikan tugasnya.
4. Secara umum penyebab kelebihan tersebut adalah :
a. Sebelum pembelajaran berlangsung saya sudah menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang merupakan penjabaran dari Rencana Kegiatan Mingguan dan sudah mempelajarinya.
b. Saya selalu memberikan penghargaan dan motivasi terhadap anak.
5. Rangkuman perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan adalah :
a. Saya akan selalu menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan tentang pembelajaran dan pendidikan anak usia dini.
b. Saya akan lebih mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan.
c. Saya akan lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anak.
d. Saya akan belajar psikologi anak.

B. Saran dan Tindak Lanjut
Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, hal-hal yang sebaiknya dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah :1. Pendidik hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi anak.
2. Sebelum pembelajaran berlangsung, pendidik hendaknya menguasai materi terlebih dahulu.
3. Sebelum pembelajaran berlangsung, pendidik hendaknya mempersiapkan alat/sumber belajar yang akan digunakan.
4. Dalam menyampaikan materi, hendaknya dibantu dengan benda konkrit.
5. Dalam kegiatan pembelajaran, pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif.
6. Pendidik harus bisa mengembangkan indikator-indikator dalam membuat kegiatan pembelajaran.

BAB IV
PENUTUP

Puji syukur yang tiada henti penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis telah dapat menyelesaikan laporan hasil kegiatan praktek mengajar di RA Miftahul Jannah Kuntili Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan PKM masih banyak kekurangan dan kekeliruan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan sumbang saran yang membangun. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Literatur : Tim PKM PGTK.
Panduan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) Program DII PGTK Universitas Terbuka-Jakarta. 2010.Ali Nugraha, dkk.
Kurikulum dan Bahan Belajar TK, Universitas Terbuka Jakarta. 2009.Masitoh, dkk.
Strategi Pembelajaran TK, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Otib Satibi Hidayat.
Metode Pengembangan Moral dan Nilai-nilai Agama, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Ali Nugraha dan Yeni Rachmawati.
Metode Pengembangan Sosial Emosional, Universitas Terbuka Jakarta. 2008.Nurbiana Dhieni, dkk.
Metode Pengembangan Bahasa, Universitas Terbuka Jakarta 2008.Yuliana Nuraini Sujiono, dkk.
Metode Pengembangan Kognitif, Universitas Terbuka Jakarta 2008.Bambang Sujiono, dkk.
Metode Pengembangan Fisik, Universitas Terbuka Jakarta 2009.Widia Pekerti, dkk.
Metode Pengembangan Seni, Universitas Terbuka Jakarta 2009.Iksan Waseso, dkk.
Evaluasi Pembelajaran TK, Universitas Terbuka Jakarta 2009.……….,
Program Semester II TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012……….,
Satuan Kegiatan Mingguan TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012……….,
Matrik TK Kelompok A dan B, Diknas, Banyumas. 2012...............,

0 komentar:

Poskan Komentar